Desain Sistem Respons Darurat Jantung Taktis Menggunakan Jam Tangan Pintar dan Peringatan Otomatis

Telekomunikasi Militer

Penulis

  • Fandi Prasetyo Politeknik Angkatan Darat
  • Muhammad Ridwan Politeknik Angkatan Darat
  • Ananda Herdi Akbar Politeknik Angkatan Darat

DOI:

https://doi.org/10.54317/kom.v7i1.765

Kata Kunci:

PPG, Darurat Jantung, Smartwatch, IoT, MQTT

Abstrak

Kondisi darurat jantung, termasuk henti jantung mendadak dan takikardia berat, merupakan ancaman kritis bagi personel militer yang beroperasi di bawah tekanan fisik dan psikologis ekstrem. Penelitian ini merancang dan mengevaluasi sistem respons darurat jantung taktis berbasis smartwatch yang mengintegrasikan sensor Photoplethysmography (PPG) untuk pemantauan denyut jantung (BPM) berkelanjutan, Bluetooth Low Energy (BLE) untuk transmisi data ke gateway smartphone, dan protokol MQTT untuk relay data ke server IoT berbasis cloud. Algoritma ambang batas secara otomatis memicu peringatan ke dashboard komando melalui WebSocket saat BPM melampaui batas normal. Pengujian simulasi pada lima sukarelawan personel militer menghasilkan rata-rata error sensor PPG ±1,9% terhadap pulse oximeter standar, memenuhi standar AAMI (<5%). Alert latency rata-rata 0,8–2,1 detik bergantung kondisi lapangan, dibandingkan 45–120 detik pada pelaporan manual konvensional, dan packet delivery rate mencapai 98,5% pada jangkauan 50 meter lapangan terbuka. Hasil ini mengkonfirmasi potensi teknis signifikan sistem yang diusulkan dalam mempercepat respons darurat jantung dan meningkatkan ketahanan operasional personel TNI.

Diterbitkan

2026-05-31

Cara Mengutip

Prasetyo, F., Ridwan, M., & Akbar, A. H. (2026). Desain Sistem Respons Darurat Jantung Taktis Menggunakan Jam Tangan Pintar dan Peringatan Otomatis: Telekomunikasi Militer. Jurnal Telkommil, 7(1), 110–116. https://doi.org/10.54317/kom.v7i1.765

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.