Teknologi ENHANCING TRANSPARENCY AND ACCOUNTABILITY IN CORN SUPPLY CHAINS THROUGH BLOCKCHAIN AND NFT BASED TRACEABILITY A QUANTITATIVE EXPERIMENT WITH HYPERLEDGER BESU
Telekomunikasi
DOI:
https://doi.org/10.54317/kom.v6i2.657Keywords:
Blockchain, Corn Supply Chain, Hyperledger Besu, NFT, Quantitative ExperimentAbstract
Rantai pasok jagung sering menghadapi masalah seperti transparansi yang rendah, terbatasnya berbagi data, dan kurangnya kepercayaan antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji prototipe sistem ketertelusuran menggunakan blockchain berizin (Hyperledger Besu) yang dikombinasikan dengan Token Non-Fungible (NFT/ERC-721) untuk memberikan identitas digital yang unik pada setiap batch jagung. Metode penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif yang mengukur tiga indikator utama: throughput (transaksi per detik), latensi (kecepatan transaksi), dan ketahanan (stabilitas sistem saat sebuah node gagal). Prototipe ini diimplementasikan dengan empat hingga lima node validator, dipantau melalui dasbor Prometheus dan Grafana, dan diuji menggunakan kontrak pintar pada Remix IDE. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem dapat mencapai waktu blok rata-rata 2,0 – 2,3 detik, throughput 15 transaksi per detik, dan latensi transaksi sekitar 2 detik untuk pencetakan, pembaruan status, dan transfer kepemilikan NFT. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi blockchain dan NFT dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan ketertelusuran dalam rantai pasok jagung, meskipun throughput masih terbatas oleh lingkungan laboratorium. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan ini efektif sebagai bukti konsep untuk digitalisasi rantai pasok pertanian. Untuk penelitian selanjutnya, pengujian skala besar dengan data rantai pasok nyata, integrasi sensor IoT, dan partisipasi pemangku kepentingan direkomendasikan untuk memastikan adopsi berkelanjutan dalam sistem agri-pangan.




